Thursday, August 17, 2006

Update: pengumpulan dana (donation collection)

Senin, 17 Agustus 2006:

-) IMEA (Enschede): 100 Euro

*) Total sementara: 250 Euro

=====

Senin, 24 Juli 2006:

-) Hamba Allah (Delft): 50 Euro
-) Hamba Allah (Delft): 100 Euro

*) Total sementara: 150 Euro

Monday, July 31, 2006

Update: penyaluran dana (Donation Distribution)

Senin, 31 Juli 2006:

From: fahmi meirizal
Subject: Laporan kzis
To: Bendahara Umum KZIS-ISNET

Assalamualaikum,
Bu nurdiati Bantuan untuk di daerah pandes dan daerah madukismo alhamdulillah telah disalurkan,tatapi untuk Pangandaran belum tersalurkan, karena bantuan yang diberikan ke pangandaran kurang dari 1 mbl pick up maka untuk menghemat biaya perjalanan kami bergabung dengan UII yang menyediakan mobil dan biaya akomodasi ditanggung 50% dalam biaya kami, dan akan berangkat pada hari senin tanggal 31 juli 2006. sisa dana yang ada akan kami gunakan untuk akomodasi ke Pangandaran.
Ini juga ada foto daerah madukismo, pandes,dan juga foto pembagian bahan makanan di Daerah Gantiwarno Klaten oleh Kepala desa nya berserta tokoh masyarakat.

wassalamualikum
fahmi meirizal

==================================================================Jumat, 4 Agustus 2006:

From: fahmi meirizal
Subject: Pangandaran
To: Bendahara Umum KZIS-ISNET

Assalamualaikum,
alhamdulillah bantuan ke pangandaran telah tersalurkan ke desa babakan,pangandaran. posko yang diberi bantuan adalh gabungan dari MUI,PSI,PI,dan koordinator lap adalah orang pangandaran dan juga sebagai ketua MUI
pangandaran. mereka sangat berterima kasih kepada KZIS yang peduli terhadap mereka.
Bu saya kemaren dengan beberapa LSM diberi pemberitahuan bahwa bantuan yang berupa makanan harap dihentikan karena pemda jogjakarta akan konsen terhadap program bantuan,Pemda mengatakan apabila diberi terus menerus akan memanjakan mereka,dan juga sekarang memasuki masa program dari pemerntah daerah,NGO ,LSM2 yang melakukan recovery bangunan.

wassalam.
Fahmi meirizal

==================================================================

Senin, 24 Juli 2006:

From: Bendahara Umum KZIS-ISNET Pusat
To: Fahmi Meirizal
Cc: KZIS-Isnet@yahoogroups.com
Sent: Monday, July 24, 2006 5:34:26 AM

Wa 'alaikum salam wR. wB.

...
Bantuan ke daerah pangandaran belum ada yang masuk lewat KZIS, namun demikian pada kesempatan ini akan saya kirimkan uang sejumlah 3 juta rupiah (dana talangan dari KZIS).

...
Mohon dana bantuan tersebut dapat segera disalurkan dan sesudahnya jangan lupa untuk membuat laporan seperti biasanya.

Atas kerjasama yang baik yang telah diberikan selama ini, saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamu 'alaikum wR. wB.
Sri Nurdiati
Bendahara Umum KZIS-ISNET

Thursday, July 27, 2006

Rekapitulasi [sampai dengan 27 Juli 2006]

Assalamu 'alaikum waRahmatuLLahi waBarakatuh,
Bersama ini kami sampaikan rekapitulasi penerimaan dan penyaluran dana korban gempa Jogya, korban Tsunami Pangandaran dan sekitarnya melalui rekening KZIS sampai dengan hari ini, 27 Juli 2006, sebagai berikut :
A. Dana bantuan bagi korban tsunami di Pangandaran :
Total dana yang masuk melalui KZIS Belanda
= 150 EUR (dengan kurs 1 EUR = Rp. 11.700,-) = : Rp. 1,755,000
(*) kurs sementara
Total dana yang telah disalurkan : Rp. 3,000,000
Dana Pangandaran yang belum disalurkan = (minus) Rp. 1.245.000,-
B. Dana bantuan bagi korban gempa di Yogya dan sekitarnya
Penerimaan dana bantuan :
Melalui KZIS Belanda s/d 27 Juli 2006
sejumlah 3253,80 EUR x Rp 11.681,89,- = Rp 38.010.535,-
(*) kurs yang diterima
Melalui KZIS Jerman s/d 27 Juli 2006
sejumlah 500,00 EUR x Rp 11.650,- = Rp 5.825.000,-
(*) kurs yang diterima
Melalui KZIS Lampung sejumlah = Rp 875.000,-
Melalui KZIS Bogor sejumlah = Rp 1.212.500,-
TOTAL = Rp. 45.923.035,-
(*) kurs yang diterima
Penyaluran dana bantuan :
1) 29 Mei 2006 ke Yogyakarta (Ibu Dyah Respati) Rp. 3,000,000
2) 29 Mei 2006 ke Bantul (Bpk Syaiful Azmi Aziz) Rp. 3,000,000
3) 30 Mei 2006 ke Klaten (Bpk H.W. Notonegoro) Rp. 3,000,000
4) 30 Mei 2006 ke Imogiri (Bpk Bachroni) Rp. 3,000,000
5) 31 Mei 2006 ke Gunung Kidul (Bpk Dwi Atmodjo) Rp. 3,000,000
6) 1 Jun1 2006 ke Kecamatan Dlingo (dr. Desi) Rp. 3,000,000
7) 5 Juni 2006 ke Kecamatan Dlingo (Ibu Dyah Respati) Rp. 3,000,000
8) 11 Juni 2006 ke Desa Purwomartani,
Kec. Kalasan, Sleman (Bpk Fahmi Meirizal) Rp. 3,000,000
9) 12 Juni 2006 ke Dusun bendo, Desa mangunan,
Bantul, (Bpk Bachroni) Rp. 3,000,000
10) 15 Juni 2006 ke daerah Tegalkopen dan
Banguntapan, Bantul (Bpk Mr. Syaiful Azis ) Rp. 3,000,000
11) 17 Juni 2006 ke daerah Girikerto (Gunung Kidul)
dan Randu Gunting (Prambanan, Sleman)
(Bpk Dwi Atmodjo ) Rp. 3,000,000
12) 1 Juli 2006 ke daerah Pandes, Pleret, Bantul
(Bpk. Fahmi Meirizal) Rp. 6.000.000,-
13). 17 Juli 2006 ke daerah Ganti Warno, Yogya
(Bpk Fahmi Meirizal) Rp. 3.000.000,-
14) 17 Juli 2006 ke Panti Asuhan Sayap Ibu, Yogya
(Bpk. Fahmi Meirizal) Rp. 1.000.000,-
15) 24 Juli 2006 ke derah Madukismo Bantul
dan desa di Pleret (Bpk. Fahmi Meirizal) Rp. 3.000.000,-

Total dana yang telah disalurkan : Rp. 46,000,000
Sisa dana korban gempa Yogya yang belum disalurkan : Rp. 0,-
Selain itu, KZIS juga telah menerima titipan aqiqah dari relawan di Bogor berupa kambing 3 ekor yang telah disalurkan ke para korban gempa di daerah Mangunan (Kampung Supitan, Bendo, dll), kec Dlingo Kab Bantul.
Pada kesempatan ini kami ucapkan jazakumullahu khoir kepada para darmawan atas kepercayaan yang telah Bapak/ Ibu berikan kepada KZIS, semoga bantuan yang diberikan tersebut dapat diterima oleh Allah SWT serta mendapat pahala yang berlipat ganda dariNya. Amiin.
Atas nama KZIS, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila masih banyak kekurangan kami dalam mengelola dana sumbangan ini. Semoga Allah berkenan memberi bimbingan dan petunjuk serta ridhoNya, agar kami senantiasa dapat terus meningkatkan kinerja kami terutama dalam urusan umat ini. Amiin.
JazakumuLLahu khairan katsiran,
Wassalaamu 'alaikum waRahmatuLLah waBarokatuh,
a/n KZIS Pusat
Sri Nurdiati
(Bendahara Umum KZIS)

Monday, July 24, 2006

The quake and the tsunami

taken from Nature.com

------------------------

Published online: 20 July 2006; | doi:10.1038/news060717-14

The quake and the tsunami

Michael Hopkin finds out about this week's earthquake, which spurred waves that killed more than 500 people in Java, Indonesia.

Michael Hopkin

How large was the quake?



After the quake came a number of aftershocks, but only the big one sparked a tsunami.

The quake was initially reported as having a magnitude of 7.1 or 7.2, depending on the source. This was upped to 7.7 in the following days.

Is that magnitude unusual?

As Java's stunned residents have been reminded, major quakes are a fact of life in Indonesia. The archipelago is part of the Pacific 'ring of fire' — a vast, 40,000-kilometre horseshoe-shaped array of plate boundaries that also includes the US west coast. The network produces 90% of the world's earthquakes, and more than 80% of major ones, defined as those with a magnitude of more than 7.

"It's a perfectly normal event for that part of the world," says Roger Musson of the British Geological Survey in Edinburgh. "It's a major quake but nonetheless part for the course."

If quakes are that common, are tsunamis too?

Not all quakes cause tsunamis — the sea floor has to move far and fast enough to spark a wave. But tidal waves are certainly not unheard of.

In June 1994, a quake-sparked tsunami reported to be as high as 15 metres killed some 200 coastal residents in east Java. In the devastating December 2004 event, which killed some 200,000 people, water marks were reportedly found 20 metres above sea level. Although eye-witness accounts tend to be unreliable, reports from the most recent event tell of waves from 2 to 10 metres tall.

Scientists have estimated that the Indian Ocean might see an ocean-wide, 10-metre wave event (such as the one in 2004) only once every 1,000 years.

Is Indonesia prepared for this?

A tsunami warning system has recently been installed in the Indian Ocean, with instrumentation on buoys coming online this May. That system did successfully issue an alert (see Java hit by tsunami after early warning).

Lives were lost, experts agree, because of a 'last-mile syndrome' — although the global networks that keep a watch for deadly quakes and tsunamis is functioning, there is no way yet to efficiently get that information from officials out to people on the beach.

The Indonesian government was not planning to install sirens on Java until 2007, after first providing them for Sumatra, the island hit hardest by the 2004 tsunami.

"There's not enough money and manpower to do everything at once, so they took the decision — probably rightly — to do Sumatra first," says Stuart Sipkin of the US Geological Survey's National Earthquake Information Center (NEIC) in Denver, Colorado, which monitors earthquakes around the world and relays warnings to some 54,000 contact points in the event of a large tremor.

Are we getting better at detecting such threats?

Spurred in part by the 2004 tusnami, the NEIC recently replaced its 25-year-old computer system. The latest system is fed with data, via satellite, from some 475 seismic stations around the globe. Whereas before the 2004 quake it would have taken an hour to identify the size and location of a large quake, the task can now be accomplished in 12 to 13 minutes, the NEIC says.

That said, magnitude estimates produced by these computers for large quakes still need to be adjusted by an expert who can take various factors into account, including the size and depth of the fault rupture. "Once you get into the sevens or bigger, you need techniques that are not automated yet," says Sipkin.

Researchers are also working on ways to use Global Positioning Systems to more quickly calculate how far the Earth moved during a quake, to get a better, faster estimate of its true size1.

Visit our newsblog to read and post comments about this story.

Summary of distributed donation

Summary of distributed donation to Pangandaran:

1) July 24th, via Mr. Fahmi Meirizal: Rp. 3,000,000


Total of distrubuted donation so far: Rp. 3,000,000

Dana Peduli Korban Tsunami Pangandaran

Assalaamualaikum,

Korban tewas bencana tsunami di daerah Pangandaran saat ini telah tercatat lebih dari 600 orang. Sementara itu jauh lebih banyak lagi korban lainnya kehilangan tempat tinggal dan sarana vital lainnya. Bagi anda yang ingin menyumbangkan dana untuk mereka, dapat anda salurkan melalui KZIS-ISNET.

Saat ini dana sejumlah 3 juta rupiah telah mulai disalurkan ke daerah Pangandaran. Untuk memonitor penyaluran dan pengumpulan dana, silahkan kunjungi weblog berikut:
http://kzis-isnet-nl-peduli-pangandaran.blogspot.com/

Semoga Allah swt membalas niat dan amal baik anda semua dengan berlipat ganda.
Wassalaamualaikum,
KZIS-ISNET-NL